"AGAMA adalah NASIHAT"


عَنْ تَمِيْمٍ الدَّارِىِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ. قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ. (رواه مسلم)


Artinya :

Dari Tamim Ad-Dari, bahwasannya Nabi ﷺ bersabda, “Agama itu nasihat.” Kami pun bertanya, “Hak siapa (nasihat itu)?” Beliau ﷺ menjawab, “Nasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, serta imam-imam kaum muslim dan rakyatnya.” 

(HR. Muslim)



Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas :


1. Setiap orang tidak jarang membutuhkan nasihat orang lain untuk memberikan pemantik semangat dirinya agar menjadi pribadi yang lebih baik.


2. Kata "an-Nashihah" berasal dari kata "an-Nush-hu" yang secara etimologi mengandung dua makna:

a. Bersih dari kotoran-kotoran dan bebas dari para sekutu.

b. Merapatnya dua sesuatu sehingga tidak saling berjauhan.


3. "An-Nashihah" secara terminologi adalah mengharapkan kebaikan orang yang dinasihati, definisi ini berkaitan dengan nasihat yang ditujukan kepada pemimpin umat Islam dan rakyatnya. Adapun jika nasihat itu diarahkan kepada Allah SWT., kitab-Nya dan Rasul-Nya, maka yang dimaksud adalah merapatnya hubungan seorang hamba dengan tiga hal tersebut di atas, di mana dia menunaikan hak-hak mereka dengan baik.


4. Semua ajaran agama Islam tanpa terkecuali adalah nasihat. Nasihat adalah kata yang dipakai untuk mengungkapkan keinginan memberikan kebaikan kepada orang yang diberi nasihat.


5. Imam an-Nawawi rahimahullah berkata: 

“Nasihat hukumnya adalah fardhu kifayah. Artinya apabila ada seseorang yang sudah mengerjakannya, maka gugurlah kewajiban dari yang lain."


6. Nasihat yang paling baik adalah nasihat yang diberikan ketika seseorang dimintai nasihat. 

Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah ra., Rasûlullâh ﷺ bersabda:

وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ ….


"Jika seseorang meminta nasihat kepadamu, maka nasihatilah ia." 

(HR. Muslim no. 2162)


7. Berdasarkan hadits tersebut, Nabi ﷺ menjelaskan bahwa agama adalah nasihat bagi kita untuk memenuhi lima hak. Dalam kitab Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi telah mengutip penjelasan Syekh Al-Khattabi dan ulama lainnya tentang hak-hak tersebut ;

Pertama: Hak Allah SWT.

Maksud dari agama itu nasihat untuk memenuhi hak Allah SWT. adalah beriman kepada Nya, tidak menyekutukanNya, meyakini sifat-sifat sempurnaNya, menyucikanNya dari segala kekurangan, taat kepadaNya, menjauhi laranganNya, serta mencintai dan membenci karena Nya.


Kedua: Hak Rasul-Nya

Adapun maksud dari agama itu nasihat untuk memenuhi hak Rasul-Nya adalah meyakini kebenaran risalahnya dan mengimani apa yang dibawanya, taat terhadap perintah dan larangnya, serta membelanya baik ketika beliau masih hidup maupun setelah ia wafat.


Ketiga: Hak Kitab-Nya

Maksud dari agama itu nasihat untuk memenuhi hak kitab-Nya adalah dengan meyakini bahwa tidak ada kitab dan karya manusia yang menyerupai Al-Qur’an, mengagungkan Al-Qur’an, membacanya dengan sungguh-sungguh dan khusyu', meyakini kebenaran kandungannya, menjalankan hukum-hukumnya, serta memahami ilmu-ilmu yang terkandung di dalamnya.


Keempat: Hak Pemimpin Muslim

Adapun maksud dari agama itu nasihat untuk memenuhi hak pemimpin muslim adalah dengan mendukung dan menaatinya dalam kebenaran dan mengingatkannya dengan pantas dalam kelalaian.


Kelima: Hak Orang-Orang Muslim

Sementara maksud dari agama itu nasihat untuk memenuhi hak orang-orang muslim adalah dengan mengarahkannya kepada apa yang bermanfaat bagi dunia maupun akhirat, menghilangkan bahaya dari orang lain, serta menyerukan kebaikan dan melarang kemungkaran.


8. Sungguh betapa indahnya sabda Nabi ﷺ tersebut, yang mengingatkan kita bahwa agama Islam yang kita anut merupakan nasihat terbesar bagi kita untuk senantiasa memenuhi hak-hak Allah, RasulNya, kitabNya, para pemimpin, dan sesama muslim lainnya.

Dengan demikian, maka jika kita telah memenuhi hak-hak tersebut dengan sebenar-benarnya, niscaya insyaa-Allah akan tercipta masyarakat dan generasi yang baik dan shalih.



Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur'an :


1. Orang yang memberi nasihat memiliki sifat orang yang beruntung sebagaimana telah difirmankan Allah Azza wa Jalla;


وَالْعَصْرِ ۞ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۞ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ۞


"Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." 

(QS. Al-‘Ashr/103: 1-3)


وَاللّٰهُ أَعلَمُ بِالصَّوَابِ...


Hanya Allah-lah yang memberi taufik dan hidayah...

Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan untuk beramal sholeh. Aamiin...


          •┈••○❁🌻💠🌻❁○••┈•

📲 Bidang Dakwah

Yayasan AL-HIKMAH BENCE Blitar

Komentar